Seorang guru adalah orang yang mengajarkan kepada kita tentang suatu hal yang baru, tentang pengetahuan yang belum pernah kita ketahui. Selain itu, guru juga memberikan bimbingan, arahan, menilai serta mengevaluasi peserta didiknya. Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan ilmu dalam mengerjakan sesuatu, baik ilmu secara intelektual maupun secara religious. Banyak hal yang perlu kita ketahui dari masing-masing tersebut.
Seperti halnya seorang anak akan tumbuh menjadi baik atau
buruknya tergantung pada pendidik utama yaitu seorang ibu dan bapak. Namun, hal
tersebut tidak lepas dari pendidikan formal yang diberikan orang tua dengan
mempercayakan tanggung jawab keduanya kepada seorang yang berstatus guru.
Dengan istilah guru ini menggambarkan bahwa beliau adalah seorang yang
terpelajar dan mempunyai ilmu lebih tinggi dibandingkan dengan orang pada
umumnya. Dengan begitu dijelaskan dalam al-Qur’an surat al- Mujadalah ayat 11 yang berbunyi :
انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “ Berilah kelapangan di dalam majeli-majelis “ lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan kepadamu. Apabila dikatakan, “Berdirilah” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Dalam penggalan ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah
meninggikan derajat orang yang berilmu. Secara tidak langsung orang yang paling
tinggi derajatnya disisi Allah adalah orang yang beriman dan berilmu.
Mengaplikasikan ilmu tersebut dengan disebarkan melalui cara yang baik dan
untuk menyalurkan kebaikan dalam mendidik seseorang. Selain itu terdapat pula
manfaat dari orang yang memberi ilmu dan menerima ilmu yaitu sama-sama
mendapatkan wawasan yang lebih luas.
Penjelasan mengenai seorang guru pada intinya adalah orang yang menyalurkan ilmunya agar bermanfaat bagi orang lain. Seseorang yang di anggap orang yang berjasa bagi banyak orang demi kemaslahatan bersama. Sebagai agama yang mulia, islam mengajarkan bahkan mendorong kita sebagai seorang pendidik yang berilmu, mengajak kepada kebaikan, serta mencegah keburukan. Bahkan guru dapat dikategorikan sebagai orang yang beruntung baik didunia maupun diakhirat kelak. Seperti dijelaskan dalam surat ali-Imran ayat 104 yang berbunyi:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Hendaklah ada diantara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh yang makruf dan mencegah dari mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Ayat tersebut di kuatkan dengan sebuah hadis dari
Rasulullah kepada Abu Darda, “Jadilah engkau sebagai orang berilmu, atau
pelajar atau penyimak ilmu atau pencinta ilmu. Namun, jangan jadi yang kelima niscaya
kamu akan celaka”. ( HR. Al-Baihaqi).
Penjelasan di atas
menggambarkan bahwasanya peran seorang guru itu sangatlah penting bagi seluruh
umat manusia, tanpa mereka apa jadinya dunia ini. Oleh karena itu, hormatilah
gurumu serta muliakan beliau sekalian, agar ilmu yang kita dapatkan bisa
bermanfaat dan barokah hingga di kehidupan kelak.
oleh: Shofia Nuha Tsabita (mahasiswi IQT semester 7)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar