AL-BAQARAH AYAT 247-248: SEGALA KEHENDAK ALLAH PASTI MENYIMPAN HIKMAH-HIKMAH TERSENDIRI (Ngaji Tafsir Jalalain Dr.KH.Abdul Ghofur)


Langkah hidup manusia tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, adakalanya harus jatuh dan adakalanya naik. Kesehariannya pun penuh warna, terkadang senang dan terkadang sedih. Setiap manusia akan merasakannya, tanpa bisa mengelak, karena semua itu merupakan kehendak Allah SWT yang telah digariskan kepada makhluknya. Namun, perlu diketahui jika setiap kehendak Allah SWT itu pasti memiliki hikmah tertentu, karena Allah SWT adalah sang sutradara kehidupan.

Di antara keterpurukan yang dirasakan manusia adalah ketika seseorang tidak dapat menggapai harapannya. Kebanyakan orang akan berusaha mati-matian untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, bahkan banyak dari mereka yang rela menghalalkan segala cara untuk menggapainya. Namun, ketika kekalahan menghampirinya, seringkali mereka menyalahkan pihak lain, bahkan Allah SWT sekalipun. Padahal sebenarnya Allah SWT telah merencanakan skenario indah dibalik Berbagai ujian yang diberikan Allah padanya. Hal ini seperti kisah yang tercantum dalam Surah al-Baqarah ayat 247-248, mengenai bani Israel yang menginginkan sseorang pemimpin.

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ۞  وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلائِكَةُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ۞

Tercatat dalam sejarah, Bani Israel tidak memiliki seorang pemimpin atau raja, tapi mereka dipimpin oleh hakim. Setiap golongan memiliki hakim sendiri lalu hakim-hakim tersebut memiliki pimpinan hakim lagi. Setiap permasalahan muncul, akan diputuskan bersama melalui suatu musyawarah. Namun, hal itu dianggap sebagai kelemahan, karena sistem mereka yang bukan sistem kerajaan. Kemudian bani Israel menemui nabi Muhammad, dan meminta beliau untuk memilih satu orang di kalangan mereka untuk menjadi pemimpin. Dan pilihan  jatuh pada Thalut, namun  mereka segera menolak dan melakukan protes. Penolakan mereka ini didasarkan pada rendahnya kabilah Thalut. Bagaimana mungkin Thalut menjadi pemimpin di kalangan mereka, padahal dia tidak berasal dari klan yang tinggi, dan rendahnya pekerjaan yang dimiliki Thalut, yaitu tukang nyama’ kulit dan tukang pengembala. Hal ini dikarenakan bani Israel tidak memiliki pengalaman memilih raja, hingga ia menilai orang yang pantas menjadi raja adalah orang yang memiliki wewenang tinggi diantara kalangannya sendiri.

Bani Israel kemudian mengingkari ketetapan Allah SWT dan menolak memilih Thalut sebagai pemimpin. Padahal setiap ketetapan Allah SWT itu mengandung hikmah tersendiri. Bahkan dianalisa secara logika saja, orang yang pantas menjadi raja adalah orang yang dapat diajak bermusyawarah, dan orang seperti ini biasa berasal dari kabilah kelas. Seperti khalifah pertama islam, yaitu Abu bakar yang bukan berasal dari kalangan atas, yaitu bani Taim. Dan itu menjadi berkah tersendiri. Namun, bani Israel terus saja menolak, lalu Nabi bertanya “ bagus mana pilihan Allah SWT dengan pilihan kalian? Dan ini adalah pilihan Allah”.

Justru yang dibutuhkan raja adalah ilmu bukan harta, karena harta banyak itu harus dimiliki negara, bukan rajanya. Jika raja berilmu dan pintar untuk memimpin negara, pasti ia dapat menghasilkan banyak uang untuk negaranya. Hingga raja yang sederhana pasti akan lebih memikirkan negaranya, daripada dirinya sendiri. Dan orang yang paling pintar dan bagus akhlaknya adalah Thalut. Begitupun Zaid bin tsabit yang terpilih menjadi pemimpin dari para penulis wahyu, karena Zaid adalah orang yang mudah diajak bermusyawarah dan dapat menerima pendapat orang lain.

OlehSiti Mu’minatul Karomah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar